Tips Jalan-Jalan Murah Ke Kuala Lumpur

pada awal perjalanan saya ke kuala lumpur hanya berkisar 5 hari saja, karena dapat tiket pulagn pergi Rp. 378.000,-. tapi ini masih tergolong tiket murah yang standar, karena Air Asia pernah memberi tiket promo untuk rute Padang - Kuala Lumpur hanya Rp. 233.000,- itu belum termasuk pajak bandara di indonesia, dan sudah termasuk pajak bandara dari malaysia. ya kalau cuma Rp. 233.000,-, sih, menurut saya murah, karena kalau saya pulang kampung menghabiskan lebih kurang Rp. 150.000,- untuk pulang pergi, daripada pulang kampung, nanti sekali-kali akhir pekan kesana saja, pergi pada hari jumat dan hari minggu balik lagi ke indonesia.

oke kita mulai dari bandara LCCT di KL, untuk ke KL sentral membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, dan tersedia berbagai jasa angkutan, salah satunya bus, karena beberapa kali kesana saya hanya menggunakan bus, Aerobus lebih murah hanya RM 8 untuk sekali jalan, atau di tiketnya tertulis tiket sehala, dan saran saya jika sudah pasti tiket pulangnya kapan lebih baik beli tiket aerobusnya untuk pulang pergi hanya RM 14. jadi bisa hemat 2 ringgit. sesampainya di KL sentral, jangan pernah memakai taksi, karena saya beri tips disini benar-benar memangkas habis biaya yang tidak diperlukan, karena dengan memakai taksi artinya uang kita keluar 3 kali lipat, daripada memakai transportasi LRT, Monorail, MRT, karena mereka itu semua lebih murah, dan juga menyenangkan. keluar masuk stesen.

oke jika kalian pernah menemui penginapan dari yang pernah saya temui yaitu Guesthouse RM25/malam, silakan berbagi dengan saya, karena saya mendapat penginapan seharga itu, tepatnya di area Chinatown dekat dengan petalling street dan terminal Bas Puduraya. minimal booking dengan harga segitu 2 malam. kalau mereka bilang RM35, jangan lupa ditawar, karena kalau lagi untung mereka bisa kasih kita potongan.

oh iya, kalau berangkat sendiri, jangan gunakan hotel, karena itu juga sangat mahal, apalagi hotel hanya nginap, keuntungan dari guesthouse adalah tersedia sarapan pagi hari, dan bikin sendiri di dapur, ada tempat nyuci, ada tempat jemuran, ada juga kompor dan sebagainya didapur, kulkas untuk menyimpan makanan, tapi kulkas disini adalah milik bersama dengan seluruh isinya, kalian bisa meletakkan barang pribadi asal dengan mencantumkan nama dan nomor kamar, maka tamu lain tidak akan mengambilnya.

makan juga jangan direstoran mewah, makan saja diemperan yang penting bersih, dan di emperan lebih banyak yang menyediakan makanan untuk lidah-lidah orang indonesia, kalau makan bersama minum disini berkisar RM5-RM7, untuk sekali makan dengan minum, atau sediakan minuman sendiri, karena saya menikmati perjalanan untuk dan mencoba memangkas uang, maka saya awalnya membeli minuman botol seharga RM1.20, dan untuk selanjutnya saya isi ulang di guesthouse, karena di guesthouse itu seperti rumah sendiri.

tentang makanan saya begitu pusing, karena tidak banyak menemukan makanan enak disini, akhirnya saya hanya makana Maggie, mie instan disana yang harganya seringgitan, karena di guesthouse (yang kemudian saya tulis dengan rumah saja) ada penanak nasi, sambil online download film-film baru, saya menanak nasi disana. setelah masak saya masak tuh mie instan. karena saya juga bisa memasak, jadi saya kombinasikan dengan sayur dan apapun isi yang bisa dicampur dalam kulkas.

lalu hiduplah saya dua hari disini dengan mengeluarkan uang hanya sekitar RM100. ya kira kira Rp. 300.000,- an lah.. gimana? tapi bukan berarti tidak membawa cadangan, karena cadangan itu penting mengingat biaya tak terduga. kalau memungkinkan silakan lanjut perjalanan dengan kereta api ke singapore atau ke Hat Yai Thailand.


selalu ikuti info perjalanan saya, untuk memulai perjalanan keliling dunia anda. kalau perlu bookmark blog saya.. hehe

Pembayaran Tiket AirAsia

baiklah kali kesempatan ini saya akan berbagi mengenai pembayaran tiket AirAsia yang mungkin bisa kita katakan AA saja, karena mengapa, tiket promo yang terkenal murah meriah itu hanya ada di website bagi pengunjung yang akan booking via web mungkin berkesempatan mendapatkan tiket murah, ya ahrganya beraneka ragam, dan gila, murah meriah. yang sering melihat promo AA pasti kepingin booking, tapi bagaimana caranya setelah sampai jauh-jauh saat pembayaran. adanya pake credit card, ya kalau oragn kaya-kaya saya ini mana mungkin pakai kartu kredit,

oke, setidaknya bisa kita akalin dari sebanyak metode bayar yang disediakan oleh AA, ada bank BCA yang menjadi partner mereka, yaitu dengan direct debit menggunakan Klik BCA, klik BCA ini adalah fasilitas internet banking yang disediakan bank untuk nasabahnya sebagai kemudahan transaksi, tapi kita harus punya rekening BCA dulu, sebelumnya bagi yang mau murah sudah saya singgung mengenai tabungan tahapan xpresi, yang murah meriah dengan fasilitas yang sama. kalau belum baca silakan baca disini. nah dengan membuka dan mengaktifkan layanan Klik BCA, berarti anda sudah bisa untuk melakukan pembayaran AA melalui klik BCA. kapan-kapan ada niat untuk terbang dan tiket murah, ya langsung tinggal beli, gak susah-susah cari teman yang punya kredit card lagi.

semoga infonya membantu, dan selallu kunjungi blog saya untuk memulai perjalanan keliling dunia anda.

Rekening BNI Taplus Muda dan BCA Xpresi

selamat malam teman-teman yang saya cintai dengan sepenuh hati, berhubung saya sekarang sudah serius akan mengisi blog ini dengan yang berguna, maka saya akan share pengalaman saya dalam memakai jasa Bank, dan Produk-produknya, disini saya mau memamerkan kalau saya masih MUDA, apa saja muda dalam pikiran kawan-kawan? bagi saya Muda itu yang masih segar, masih enak, masih menawan. pokoknya begitulah,

oke, saya disini memperkenalkan prosuk bank tapi saya bukan promosi bank, saya bukan karyawan bank, hanya nasabah saja, bagi kalian yang ngakunya masih muda, jangan lupa untuk membuat masa muda menjadi banyak warna, salah satunya produk yang saya pakai yaitu BNI Taplus Muda, karena saya masih belum punya penghasilan, produk ini cocok lah bagi saya yang suka mencari kemudahan semuanya dalam satu tangan, tidak terbatas waktu, tidak capek jalan keluar, cuma untuk cek saldo dan transfer, semuanya bisa saya lakukan dengan satu rekening ini, selain biaya bulanan yang tergolong mudah, Rp. 5.000,- perbulan, juga karena kartu ATM nya muda dan gaya, dengan gambar gitar. tapi bukan itunya, fasilitasnya lah yang saya kejar dari semua produk yang ditawarkan Bank.

sebelum saya buka rekening ke bank nya langsung, saya terlebih dahulu browsing ke website, dengar keluhan orang-orang, kesan-kesan. dan setelah final barulah saya menuju bank nya. membuka rekening taplus muda, dengan syarat umur MAX. 25 tahun, hmm bagi yang sudah lebih dari itu tidak boleh lagi ikutan, hehe, karena standar mudanya orang menurut BNI itu ya, itu tadi, umur max. 25. kalau kalian berumur dibawah itu, tunggu apalagi, ayo, menabung, budayakan suka mencari kemudahan di duni high tech digital world ini. masa masih nyimpan uang dibawah kasur.. hehehe




itu dia kartunya yang ada gambar gitar gitarnya, sebenarnya ada gambar pria pakai dasi berpakaian rapi disebelahnya, tapi saya tidak berpakaian seperti itu, maka saya semove saja dulu.

tak hanya itu, disebabkan oleh fasilitas BNI Taplus Muda ini yang kurang bisa memuaskan saya, diantaranya, belum bisa transaksi melalui internet, seperti pembayaran ATM dengan direct debit, karena saya ya, suka mengintai, mengintip kalau-kalau ada tiket promo, hehe, seperti airasia, Mandala, dan sebagainya. maka saya pun berusaha mencari informasi lagi, kalau saya buka kartu kredit, mana bisa?? kalau pun bisa itu credit card secured yang sistemnya bukan slip gaji, sistemya disini adalah jaminan, minimal yang yang dijaminkan adalah 3 jeti, dan dikenakan biaya sebulan kalo gak salah Rp. 65.000, yah, menurut saya itu belum bisa saya lakukan mengingat masih mau berhemat, maka alternatif lain saya lihat fasilitas yang banyak ada di Bank BCA, bisa bayar online juga, tapi mak, kemahalan mak, yang kartu silver Rp. 12.000 sebulan, ya mungkin sebanding lah dengan apa yang kita dapat, tapi saya cari dulu alternatif lain supaya bisa mendapatkan yang murah dan berkualitas dengan fasilitas yang sama.

lalu saya temukanlah MUDA yang selanjutnya di Bank ini, ya BCA Xpresi, dengan batas umur Muda Max. 25 tahun tanpa buku tabungan, tetapiu fasilitas sama dengan tahapan BCA yang mahal itu, ini hanya dipotong biaya bulanan Rp. 5.000,- saja. sama dengan kartu BNI diatas, dengan begitu rasanya Chennai itu semakin dekat, Singapore itu terasa dibelakang rumah, hehehe

maka saya buka lah rekening itu, dengan design kartu ATM yang wah berwarna cerah itu, saya diberi satu simcard telkomsel gratis tanpa dikenakan biaya, karena untuk aktivasi pertama harus memakai simcard telkomsel (kebetulan saya pakai simpati) yang ada logo m-BCA nya, besok setelah saya minta simcard saya yang nomor biasa barulah ganti lagi nomor yang dipakai untuk m-BCA.


nah, itu dia yang cerah dari expresi, ekspresi ya, bukan sexpresi, untuk fasilitasnya tahun depan diaktifkan, hehe, tahun depannya empat hari lagi kok.. nanti di share lagi..

Kostpedia



di edit dari cerita setahun yang lalu...
Musibah silih berganti pada roda hidup yang berputar lebih cepat, cukup menghilangkan segenap harta benda mulai dari kolor yang kotor, hingga kamera pemberian ayahanda tercinta, semuanya meleleh. Saya segera memberitahu ayah, awalnya mungkin pura-pura menanyakan keadaanku, apakah aku terbakar atau tidak. Kujawab “tidak ayah, anakmu baik-baik saja, hanya saja, ya hmmm... ohhhh.. haaaa.. hmm... ehm huuuh hmmm haaa (itu hanya aku dan ayah yang tahu bahasanya) dan segera ayah berkata, ya sudah, besok ayah kirim kepeng itu.”. Sudahlah, tuhan menyuruhmu gantilah semua dengan yang baru..! begitu katanya. Karena tempatkan sesuatu pada tempatnya, kau tak butuh ilmu matematika yang mengatakan, the straight line is the fastest way to the ends. Ya, ayahku jago bahasa inggris, kalau dirumah, kami berbahasa minang english. Seperti, abis everything is tagageh sih. Begitu Minang English. Ya enggak lah, ayah gak bisa bahasa inggris.

Kalau orang menyemangati kita yang sedang jatuh, pasti ada efek baiknya, tapi kalau orang menyemangati kita yang sudah semangat berapi-api, rasanya lucu dan asing.

Itu hanya sedikit saja, sebelumnya pada saat gempa juga telah cukup menjadikan shocking days. Ternyata tuhan hanya sedikit memberi pesan kalau dibalik musibah, “gantilah ceritamu dengan yang lain,” sepertinya begitu. Oke saya ganti, saya ganti rumah, saya ganti teman, saya ganti hape, dan pastinya kolor saya juga ganti, sebelumnya hanya polos-polos saja, sekarang rasanya kepingin ganti dengan yang cerah, berwarna, atau bermotif saluak laka, atau itiak pulang petang. Mana tahu warna kolor merupakan determinan dari masa depan, semakin cerah kolor seseorang maka akan semakin cerah masa depannya, hmm mana tahu..!! ya tidak begitulah.

Sesama korban bencana tentulah kami diperhatikan oleh teman-teman yang lain, ada yang memberikan bantal (ehm, terima kasih yang memberi bantal), ada juga yang lengkap, tak dipungkiri, teman-teman genta andalas, you’re amazing lah pokoknya, mulai dari kolor hingga kasur mereka belikan untukku, entah dari mana uangnya, terakhir untuk buat acara saja, kita keliling kota padang cari sponsor hanya dapat rupiah segenggam. Apakah karena cerpen “peluh ibu” yang fenomenal (padahal cerpen saya publish hanya satu selama menjabat anggota) tetapi fenomenal. Semua pada membicarakan peluh ibu. Request banyak datang supaya saya membuat cerpen berjudul peluh ayah dan peluh mak uwo, peluh mak etek dan peluh pak tani. Berbagai macam lah. Tentu kalau saya menilai, banyak sisi, apakah ini sebagai cemoohan cerpen saya yang buruk atau apresiasi karena ya asik dibaca. Saya tak tahu, I will not judge kritik yang datang. Ya, walaupun kolor nya tidak muat, kekecilan, tapi kau pasti berpikir, hmm NOT KIND OF THAT ONE, BITCH..!! tapi harus bagaimana? Kunamai tiga kembar itu menjadi, yang hijau terung namanya billy, yang kelabu namanya andrews, dan yang cokelat namanya abdul. Entahlah.

Setelah kebakaran yang saya lihat apinya berkobar-kobar besarrr sekali itu, cukup, tak ada yang harus disesali. Hidup tak akan berhenti hanya karena kolor terbakar. “Benar saja, bencana hari ini, akan menjadi bahan candaan di esok hari”.

Sudahlah tak perlu menangis, mau meraraw sampai kelangit ketujuh pun kolor yang lama tak akan kembali lagi, walaupun banyak rahasia diantara kami. Aku dan kolorku. Atau kalau boleh menjadi headline “kos kebakaran, puluhan kolor mahasiswa terbakar, kini kerangkanya telah menyatu dengan alam”. Judul yang menjual bukan? Nah, kita muda, kita terbatas dalam uang, segalanya, tapi kita tak perlu terbatas untuk berfikir. Walaupun belum ada bentuk yang nyata, kalaupun ada itu hanya dalam skala kecil, nah, tapi kan yang kecil itu adalah unsur pembentuk dari yang besar. Anda minum air putih saat haus, itu kan materialnya air, Gelombang Tsunami itu juga air. Ya kan?

Tapi dari kebakaran inilah grafik paling menukik tajam kebawah dari pemetaan hidup saya, disaat cerita cinta yang saya punya sedang dalam konflik, ibarat sinetron, sedang dicerai berai oleh pihak ketiga yang ingin merebut perusahaan saya. Maka saya berkhayal, mereka memisahkan kami, dan mereka membakar rumah saya hingga saya benar-benar terpuruk, tapi mereka tak sempat memutus rem mobil saya, karena saya ceritanya belum punya mobil.

Mulai saat itu juga saya bangkit, takkan ada yang mau menggendong saya supaya tidak terpuruk terlalu dalam, tak ada, kecuali diri sendiri, saya beli buku tulis baru, disana ditulis secara sistematis lengkap dengan berapa waktu yang dibutuhkan untuk survive dan beradaptasi. Karena tak mungkin menumpang terus, cukup beberapa hari, saya menemukan kos baru, bersama dengan korban lainnya. Kami kontrak selama setahun, sebuah rumah (ya tepat sekali, bukan sebuah kotak) sebuah rumah yang aman dan damai. Hanya ada 3 kamar, ada lapangan didepannya. Cukup untuk membuat kenyamanan dalam menyusun rencana menyerang kerajaan empu gandring.

Mencoba itu harus dibarengi daya manjemen kita. Kalau kita mencoba untuk merokok, hanya mencoba sekali-sekali tak apalah, begitu kan. Nah ternyata kalau kita tak mampu mengelola dan tak punya dasar yang kuat, yang sekali-sekali ini menstimulasi untuk jadi berkali-kali. Maka jangan coba untuk memulai hal yang berhubungan dengan PASSION, kalau kau bernafsu untuk makan, maka kau maunya makaan saja. Kalau kau bernafsu untuk menonton film beradegan bertarung didalam kelambu. Kaupun pasti inginnya itu saja...!! maka saya ambil kesimpulan bahwa kalau kita bekerja karena passion pasti kita tak akan mundur. Terakhir saya baru mengetahui bahwa ada sebuah penelitian “ada 85% manusia bekerja karena gajinya besar dan hanya 15% yang bekerja karena passion, ternyata, 10 atau 20 tahun kemudian yang kaya justru yang 15% nya. Apakah artinya? Sama kan dengan apa yang saya jelaskan diatas?

Ini bukan sebuah tulisan ilmiah, karena berliku-liku entah kemana, antara kepala dan pantat tidak searah, ya mana mungkin searah? Kalau pantat kiri dan pantat kanan tentulah searah, kecuali kalau terpeleset di wese, maka pantat akan menjadi tidak seimbang.
Kalau ceritanya berliku-liku sebagai pembelaan saya, sedangkan hidup saja berliku, apalagi cerita saya. Hmm, begitulah. Dan takdir membuat saya harus pindah dari kontrakan, dikarenakan satu. Saya tidak tega terus mengganggu teman sekamar saya yang (maaf) kristen, setiap mau sembahyang harus usir dia dulu. Karena itulah, saya sadar diri dan tidak mau terus mengganggunya. Tidak enak mengganggu orang. Suwer.

Jadilah hari itu, saya berkelana mencari kos, bersama teman saya yang bernama Ade, yah, namanya disebutkan saja, tidak perlu dengan “sebut saja bunga” karena dia bukan korban pemerkosaan, juga bukan korban tabrakan mobil avanza. Juga bukan korban Aceng. Dapatlah sebuah rumah yang didalamnya mewah sekali, ada kasur, lemari, kamar mandi, kamar wese, dan kamar kamar lain selain kamar jenazah. Tapi harganya, maakkkkkk 800 ribu sebulan, karena saya bukan orang kaya uang. Maka saya bisa saja ambil dengan memangkas uang jajan sebanyak 400 ribu karena target saya hanya mencari kos yang harnyanya 400 ribu saja sebulan.

Coret.

Kami lanjut mencari jodoh dalam kurung kost. Lalu entah kenapa barang saya ada yang tertinggal saat mengungsi kerumah saudaranya si punya kost yang terbakar. Lalu saya ditawari dengan emas berlian, eh. Ditawari dengan kostnya yang kosong melompong, katanya. Setelah saya lihat, wah benar, kamar kosong, (bukan judul film horor a.k.a bangku kosong. Hmm, pucuk dicinta, bahagia pun tiba. Hati saya senang riang gembira. Besoknya langsung pindah.

Sayapun nginap untuk malam pertama, mandi pertama dikamar mandi, besok paginya adalah peristiwa bersejarah yaitu boker pertama di kost baru. Wah ternyata disini ada juga penghuni lain. Disinilah komunitas baru saya, yang komunitas sebelumnya sudah berpencar, walau sudah merencanakan mengurus visa untuk berangkat menuju negara lain, sudah membayangkan menginjakkan kaki di Chatrapati Shivaji International Airport dengan memakai kacamata gelap membawa kerel layaknya touris dari negara barat sana. Backpacker, namun ingat, bule kalau jalan-jalan keluar negeri gak perlu bawa oleh-oleh. Teman-temannya gak pernah minta oleh-oleh, “ya oloh cin, elo di Macau ya, jangan lupa oleh-oleh ya”. Hanya cerita yang menginspirasi yang mereka bagikan, yang mereka anggap sangat berharga. Tapi kita dari indonesia yang perlu oleh-oleh, cerita tak perlu, hanya terkesan kita membanggakan diri saja. Dan dijauhi.

Komunitas baru ini lebih kompleks, tapi itulah indahnya, saya tidak pernah pilih-pilih mau sekosan sama orang papua, jawa, batak, aceh. Mau kristen, hidu, budha, terserah. Semakin beragam, semakin kayalah kita.

Sekarang saya tanya, apa didunia ini yang gratis, kencing aja bayar, gitu kan. Tapi ternyata ada satu yang tak perlu kau bayar untuk mendapatkannya, itulah teman, gratis adanya, kau dapatkan ia tanpa biaya, tapi bukan karena ia murah, karena nilai belinya itu tak hingga, maka menjaga sahabat itu lebih diutamakan daripada kau menjaga hubungan pacaran, karena laki-laki menjalin persahabatan lebih erat daripada perempuan, cobalah lihat, ketika seorang perempuan ditanya kemana dia semalam, temannya mungkin berkata, tidak tahu, tapi cobalah pria, ketika kau tanyakan kemana ia, pasti, oh, dia dirumah sianu, dirumah sianu, oo, semalam dirrumah sianu. Itu dia, kita tahu apa yang terjadi dengan teman-teman. Kita tak butuh dia saudara kandung sedarah saja dengan nama saudara, yang namanya saudara itu bagi saya terikat oleh ‘rasa’ saja.

Dari kecil saya memang tak perlu bergengsi-gengsi, tak perlu merasa penting, tak perlu bermanja-manja, siapalah saya, pria yang tidak seberapa ini, tapi jadi manusia harus serba bisa, kalau kita dihadapkan dengan situasi dimana kita harus memasak, maka saya bisa memasak. Ketika dihadapkan dengan motor pompa air rusak, saya bisa rewinding, menggulung ulang motor induksi, ketika kita dihadapkan dengan situasi dimana kita ada uang, maka habiskan dengan cara kita.. hmm yang terakhir bukan sebuah ke-bisa-an. Setiap orang bisa menghabiskan uang.

Saya juga tak perlu bersombong-sombong, tak ada satupun yang bisa saya sombongkan, kalaupun pernah terlihat sombong, itu karena ke-autisan saya karena sibuk memikirkan masalah sendiri. Saya datangi satu persatu penghuni kos ini dengan cinta, seperti album sulis ‘cinta rasul’ (beda). Namun ada yang begitu mengganjal di hati, ketika saya bertemu seorang teman (sebut saja ‘bunga’). Hmm jangan, namanya wahyu, sesaat saya perkenalkan diri, dengan lembuuuuutttttt sekali, lemah gemulai meliuk liuk bagai tanpa tulang. Tetapi no respon, ini bahaya. Kenapa bahaya? Karena buaya akan tetap makan walaupun hanya ada seekor kelinci disampingnya, walaupun kita tahu kelinci itu makhluk yang luthuw, imoet, dan wahh.. sangat menggelikan. Yah apapun lah artinya. Tapi tetap saja, jika anda mendapati sebuah masalah, rumuskan sebanyak mungkin hipotesa dan jangan terpaku pada nilai subjektif supaya suatu saat anda tidak mengutuk diri anda menjadi batu, apalagi hanya batu karang, kalau batu berlian dan batu nisan bolehlah.

Tapi rasanya ada yang kurang dari komunitas kecil ini, atau mungkin semuanya masih baru-baru, tidak pernah melihat mereka main, ‘pak pak tani pak tani beli roti’ rotinya kotor kotor pak tani beli motor’ atau main ‘satu sepatu, dua kecewa, tiga mentega’. Ya, kalau saya punya prinsip, kalau kos itu hanya untuk tinggal, sangat rugi saya bayar perbulan mahal-mahal. Tidak apa nambah rugi sedikit lagi, tapi dapat lebih banyak bonus. Kompak dan selalu hangat. Harus.

Dan berselang beberapa bulan, semuanya telah cair, ya semuanya, gunung mencair, lautan mencair, hingga ingus mencair. Tinja mencair, kalau mencret. Kini genap dua bulan saya berada disini. Bukan menghitung-hitung. Kalau saya hitung tujuh bulan lagi saya beranak.

Blogger



Menulis blog, buku harian yang biasa kita pakai untuk mengumpulkan tulisan apapun yang kita hendak kumpulkan, tentang tulisan bertemu wanita idaman, tentang pengalaman jalan-jalan ke hutan, camping ke gunung, cerita tentang sahabat atau pengalaman tempo hari saat jatuh dari sepeda terjerembab ke dalam semak, lalu baju tercabik-cabik maupun hal lain yang mungkin bisa kita publish.

Apa yang kita dapat?

Sebenarnya tidak ada yang didapat, mendapatkan uang? Kalau pengunjung ramai boleh lah ada yang pasang iklan, kalau tidak, jangankan dapat uang, keluar uang ianya. Namun tidak perlu pengunjung banyak, satu dua pengunjung setia saja yang berlangganan membaca blog kita sungguh sudah sangat luar biasa, walaupun mereka menikmati bagian-bagian tertentu saja, namun komentar apapun yang datang dari tulisan kita pastilah itu menyenangkan, sangat menyenangkan. Hanya itu yang kita dapat dari sebuah blog, senang kalau ada masukan, pujian atau lainnya yang datang dari pembaca.

Namun menulis serius untuk mengasah kemampuan bukanlah perkara mudah, namun juga bukan hal yang sangat susah didapat, menulis harus mengandalkan emosi, memperkaya kosakata, dan mengambil hal lain yang berbeda. Hal berbeda adalah mencari celah yang belum terjamah, berikan sedikit hal yang menggelitik dengan nada dan diksi yang rupawan, sedikit unik dan berbeda. Bisa dengan pemakaian bahasa kampung, bahasa daerah, atau bahasa keseharian yang diindonesiakan dengan syarat bahasanya adalah baku.

Mengingat pekerjaan menulis ini adalah pekerjaan yang menuntut keseluruh kecerdasan dari segi koognitif dan afektif, spiritual, emosional, kecepatan jari, merangkai kata, bersilat lidah, pengetahuan umum, termasuk juga mengkhayal dan segala hal yang bisa kita perkaya.

Seperti hal nya penulis ternama Andrea Hirata, dianya seorang pribadi yang hidup dikampung dengan sejuta pengalaman yang pernah ia alami, jika ia poles dengan bahasanya yang menarik, itu akan menjadi sebuah karya yang tidak salah menjadi besar. Berbeda dengan penulis Dewi Lestari misalnya, ia hidup dengan berkhayal, sengaja berpetualang untuk mendapatkan pengalaman sehingga ada bahan yang menarik untuk ia tulis.

Jika anda sudah merasakan ada passion dalam menulis, cobalah untuk membakarnya, mengobarkannya.

Peluh Ibu Season II

hari itu tak kudapati ibuku saat ingin berangkat untuk menuntut ilmu, ia telah pergi kepasar, hanya satu bulan sekali aku pulang kampung kesini, tetapi rasanya akan pedih jika akan mengunci pintu dan berlalu tanpa seorang ibu melambaikan tangan. begitu pilu menyertaiku melangkah, jika tidak untuk menuntut ilmu, aku takkan rela meninggalkan beliau huru hara kesana kemari mengharap ada sedikit uang yang ia dapat. kadang ia dustakan sejuta penatnya disebalik cinta yang agung untuk kami. piluku semakin menjadi menyaksikan seorang bocah perempuan enam tahun adikku yang lucu, mengenakan pakaian sekolahnya sendiri, dengan jilbab yang kebesaran, rok kembang yang kebesaran pula dengan wajah yang lugu. enam tahun untuknya, kusaksikan hampir berlinang air mata. tak ada ibu yang menyisirkan rambutnya, tak ada ibu yang menyiapkan makan pagi nya. tak ada sosok guru yang menuntunnya mengerjakan pekerjaan rumah. kini ia tengah merapikan juntaian jilbabnya, cermin tua yang serpih.

sayup-sayup ku dengar tadi malam sebelum ia tidur, "bidadari ibu, kalau besok pagi ibu sudah tak ada dirumah, gadis ibu harus bekemas diri sendiri ya nak,!, sisir rambur, pakai jilbab, dan berpakaian yang rapi, jangan lupa bercermin ya nak,.!"
"iya buk, ibu hati-hati dijalan ya kalau kepasar"

"iya nak, do'akan ibu selalu kepada Allah agar bisa terus sehat untuk mencari uang, agar gadis ibu nanti bisa kuliah juga seperti kakak,!"

aku sungguh tak kuasa mendengar lanjutan percakapan mereka berdua diluar sana. karena rasa sesak tak mampu kubendung lagi, aku terisak menyaksikan hidup yang besar ini, tempat indah ini yang menjadi malaikat pemaksa untukku untuk tetap berharap membangun mimpi. yang hanya itu yang menjadi harapan untukku. sungguh aku terisak, hingga ibuku datang menyibak tirai bilik tak berpintu itu. ibu duduk dipinggir dipan tersenyum dalam remang dimalam itu.

beliau mengelus rambutku, dengan suara tenangnya ia katakan kepadaku, cinta ibu untuk kalian nak, jangan cemaskan ibu, pergilah jauh-jauh, bawa ibu dihatimu selalu. sehingga ibu tak merasa tertinggal disini. apa yang akan kau rasa, hati siapa yang takkan terenyuh. "kalau nanti kau jadi dokter, jangan abaikan orang yang seperti ibu, tolonglah ia kalau ia tak mampu membaca dan menulis, jangan korupsi-korupsi seperti yang di televisi," begitu katanya. jika memang aku ingin menangis semalam itu, tuhan pasti berikan aku air mata yang lebih.

tapi ibu menenangkanku, "sudah, sudah, tuhan tak suka kita menangisi hidup", beliau hanya keluar masuk pasar, keluar masuk hutan, tapi ibu sangat bijak sekali bak seorang professor.

hari itu aku tak mau tak ada ibu melepas ku kembali kekampus. betapapun sibuknya ia, tetap saja ada bungkusan lauk dan bekal untuk kubawa. apapun yang terjadi aku akan menemui beliau dipasar, sampai dipasar kucari beliau disepanjang jajaran parkiran mobil, kusaksikan betapa sakitnya mencari uang, seorang PNS yang menawar seikat sayur hanya lima ratus. melihatku tiba, ibu segera bangkit dari jongkoknya, membenarkan kain sarungnya. ia mengambil seluruh uang kertas yang ada dalam kantong hitam yang ia duduki. ia berikan padaku.

untuk ibu dan adik nanti pasti tuhan beri rejeki lagi, dagangan ibu masih banyak.
"tidak perlu ibu, ibu juga berhak menikmati apa yang ibu dapat", sepanjang panasnya pasar, ia tahan seleranya bahkan untuk membeli minum, hanya ada sebuah botol air minum yang ia bawa sejak dari rumah, sungguh tak tega jika ini beliau lakukan demi kami. kuambil uang yang beliau sodorkan, aku berlalu pergi, kubelikan nasi bungkus dengan lauk beserta teh manis dingin. lalu kubawa kembali kepada beliau.

mengapa kau belikan ini nak, lebih baik kau hemat uang itu! tergambar sekali selal yang ia rasakan kecewa dengan apa yang kulakukan, tapi aku sepertinya telah marah.

"ini untuk ibu.! ibu harus makan, mari bu, kita makan bersama,"
"ibu tebiasa makan rebus daun singkong nak."
tidak apa ibu, tuhan tidak akan membiarkan kita tidak makan esok hari karena makanan mahal yang sebungkus ini. nanti ibu belikan untuk adik apa yang ia suka, kuberikan uang beasiswa belajarku yang diberi tiap bulan. aku tak peduli nanti aku akan makan nasi dan garam. yang penting hari ini aku bersama ibu, juga ada didunia ini. para pejabat yang menawar sayur tiga ratus rupiah kuberikan gratis saat itu.

"ambillah buk, bawa saja dengan percuma. anggap saja ini rejeki ibuk," jawabku yakin.
sang ibu pembeli menatapku sendu, ia perhatikan aku dari ujung kaki hingga ujung kepala, terlihat sekali, aku tak peduli si ibu itu akan marah, tak peduli dia pelanggan ibuku atau tidak. si ibu, berkarta, kamu mahasiswa kedokteran?" ternyata si ibu memperhatikan tasku yang terpasang gantungan Fakultas Kedokteran. lalu ibu saya berkata, ia buk, anak saya belajar dokter. biarlah akupun bangga jika ibuku bisa membanggakanku. sang ibu pejabat berseragam itu pun langsung terdiam lirih, lalu mengeluarkan uang seratus ribu, saya beli dua ikat sayur, lalu ia meraih dua ikat sayur tanpa berkata, dan meyerahkan uang seratus ribu, ini uangnya, tidak usah dikembalikan, bergegas sang ibu pejabat berlalu pergi. aku dan ibu hanya termenung menatap punggung pembeli itu.

ibuku memanggil, manggil pembeli itu, tapi sang pembeli tak memperhiraukan, dan hilang ditengah kerumunan. sudah bu, terkadang tuhan memberikan rejekinya dijalan yang tidak kita sangka-sangka. yang membuat sebuah kesenangan di hati hambanya.

pernahkah ibumu berkorban mencari uang dan seluruhnya ia berikan padamu. paling ibumu enak-enakan duduk diruang ber AC dan tiap awal bulan mendapat gaji banyak, dan memberikan bagianmu, tanpa ada rasa mengorbankan gajinya. kalaupun ada pastilah tak sebesar rasa pengorbanan dari ibuku.

kau berjuang hingga rasanya tak menjadi manusia lagi.
betapa tegarnya wanita itu,
betapa kuatnya ia menyongsong jalanan setapak

ibuku bukan ibu manja yang suka pergi belanja,.

Masa dan Waktu

sedang dikau hanya memandang sebelah mata

6 tahun, sangat lama, takkan sedikit kisah yang silih berganti menimpali setiap detik guliran waktu, jangankan kita untuk menopang hidup, ribuan kastil bisa kita ciptakan dan memang kita akan mampu, tetapi satu cela yang kita dengar agaknya memang mampu menyurutkan sisa semangat, sisa semangat yang kita tabung dahulu sebagai cadangan semangat jika semangat besar sudah berkurang, artinya berkurang dalam masanya, dan akan kembali besar disatu waktu dengan masanya yang baru. ikrar hati yang kita beri sedikit mimpi, kita bumbui dengan canda. dianya yang membungkus cita-cita besar, tetapi harus kita sadar. berapapun kadarnya, berapapun banyaknya manusia didunia, tetaplah kita berjuang dalam satu diri, menguatkan diri, mengambil ancang-ancang untuk bangkit dan berlari.

saya menyadari, saya mahasiswa bermasalah, saya mahasiswa yang tidak punya jalan yang mulus, dan memang takkan semua mahasiswa diberi jalan yang mulus-mulus saja, semua karena salah kita, dan dari salah itulah ada pesan yang bisa kita incar, sedikit banyak bisa. titian panjang, itulah yang mungkin bisa saya gambarkan, bukan sebuah jembatan besar yang mudah kita lalui dengan meluncur, dianya sebuah titian yang sedikit saja melesat, maka kita akan jatuh. maka disana kita berlatih yang namanya keseimbangan, berlatih mengira-ngira dengan cepat, berlatih memperkirakan. tanpa mengabaikan tiupan angin, dan bayangan jurang.

yakinkan diri untuk sebuah rencana besar, dan pastikan rencana itu sudah di pack dalam file installer, yang jika tiba saatnya hanya tinggal di pasang, dan berjalan membungkus dan mengumpulkan jutaan rasa yang disediakan hidup. hidup yang tak banyak ini, hidup yang tidak seberapa ini, tidak seberapa dibanding dengan hidup yang nanti.

kalau mereka lebih dulu bersua dengan hidup yang nyata, dan mereka telah berjalan degan tenang sambil menikmati angin yang semilir mengelus-elus. maka kau yang terlambat untuk bersua dengan hidup yang nyata harus berencana untuk berlari setelah ini, dengan berlari, kau pasti bisa mengejar mereka yang sedang berjalan dengan angin yang semilir. bukankah begitu ranah yang sempit ini hanya medium untuk kita melang-lang buana. bahwa dua sisi yang sejajar itu takkan pernah saling bertemu, maka jangan pernah ambil jalan yang sejajar. ambillah darinya jalan yang berliku untuk mengelilingi medium ini. maka kita akan saling bertemu dengan setiap hamba.

sedangkan daku tak peduli sama sekali dengan pandangan dikau.

Starting Off

sudah lama rasanya tidak mengesek blog ini, tersayang tercinta dan terter lainnya, pertama saya ingin berucap syukur terlebih dahulu kepada Allah SWT yang saat ini masih memebrikan rejeki sebagai modal hidup saya hari ini. alangkah baiknya kalau kita bercerita tentang kesenangan hidup yang dirasa disetiap sisi detik waktu yang bergulir perlahan, saat dada terasa lapang, nafas terasa lancar, dan mata bisa terpejam dengan..

saya tak bisa melepas hasrat saya untuk mengenal dan mengetahui banyak hal, mendramatisir setiap helaian kerah waktu bak slow motion dalam film-film.saya selalunya akan tetap mampu mendengar, walaupun susah untuk berbicara, walaupun sebenarnya terasa banyak yang bisa saya bagi. tetapi bukankah pembicara di negeri ini sudah sangat banyak.

Catatan Perjalananku

selama beberapa minggu sudah habis untuk perjalanan, meninggalkan sebentuk rupa wajah kelu tugas dan beban. memang tidak seharusnya begini, sangat tidak seharusnya, tetapi bagaimanalah rupa. bagaimanalah daya. kata hati ingin begini, maka puaskanlah dulu. sepulang dari Kuala Lumpur, setibanya dibandara, hanya mengambil skuter lalu langsung menuju Kota Bukittinggi, sampai di Bukittinggi pada pukul sebelas malam, artinya non stop trip. langsung istirahat.

bangun pagi langsung menuju Pasaman, sebuah childhood place yang mungkin sangat penting untuk dimasukkan kesini, semua pengorbanan dimulai dari sini. maka langsung menuju Ladang Getah yang kiri kanannya hanya ladang karet. sumber pencarian utama masyarakat disini. pesona alam pebukitan menjulang-julang, burung kecil terbang berkawan biasa dilihat disini, burung enggang yang hinggap di tunggul beringin juga biasa dilihat disini.

berharap minggu kedepan sudah bisa untuk berkonsentrasi, bisa untuk fokus tanpa merasa terbebani melaksanakan tugas yang lama, tugas dan tugas.

besoknya, kembali kepadang, tanpa mantel ditengah hujan yang menusuk nusuk kulit, perjalanan yang sedikit banyak nya terasa luar biasa. Total 600 KM. Nice Move lah.!! 

Catatan Perjalanan 1

We are Backpacker, No Taxi, No Mall. mungkin begitu ya. jalan kaki yes, experience yes, low cost applied for whole entire all activities, pastilah kita bisa, karena tujuan dari perjalanan punya maksud yang sangat berbeda bagi setiap orang. the purpose of trip means difference by each man. mari beri ruang sejenak untuk beryakin-yakin diri kalau each of miles are full of experience and sense of something new.

destinasi kali ini adalah jalur darat menuju Malaysia, (Johor, Kuala Lumpur, Penang)
berbicara tentang jalur darat laut menuju Malaysia, kita hitung cost yang mungkin kita habiskan, karena uang bukan hanya untuk transportasi. pertama tetapkan rute dan starter pack perjalanan, petakan saja apa hal yang bisa menyangkut hubungan laut menuju Malaysia, oke setuju. pertama Jalur Dumai, kalau tidak salah menuju Melaka yang memakan waktu mungkin lebih dari satu jam. kedua Jalur Batam, nah, disini ada dua tujuan Pelabuhan berlabuhnya cinta kita, eh, berlabuhnya Ferry dari Batam, ada pelabuhan di Tanjung Belungkor, pelabuhan ini seperti tabu, privat dan sederhana saja, biasanya para Tekong dan Agen TKI melewatkan jualan manusianya kesini (di Stop dulu sampai disini karena ada hal yang menyangkut konspirasi inih dan ituh), kemudian pelabuhan di Stulang, Jetty. ini pelabuhan Internasional yang lumayan bagus, nyaman, dan menghangatkan mungkin. pelayanan ramah juga.

lanjut menuju transportasi di Malaysia, tak dipungkiri, jalanan disana lebih baik, besar, lebar, rambu lengkap, dan tak banyak tikungan.. jujur kalau banyak tikungan bisa jadi mabuk darat man.. ini karena bus nya nyaman, jalannya juga mulus, jadi bisa sleeping semalaman, kayanya lebih nyaman kalau booking hotel.. sesampainya di Kuala Lumpur, saya lanjut melaksanakan tugas, kemudian, lanjut menuju Penang.. setelah melaksanakan tugas, saya kembali ke Kuala Lumpur dan berehat sekejap kata orang Melayu sini.

tak banyak yang mampu dilakukan, pengalaman menjadi bayaran untuk penat-penat yang dirasa, perjalanan ini tidak memakan biaya, karena masih di beri suntikan dana dari provider yang meminta saya bekerja, lumayan, dapat gaji juga...

balik ke Indonesia memang sangat disayangkan, tapi saya masih punya tanggungan, masa tahanan, tetapi menjadi orang kaya di Indonesia tidak akan membuat saya senang menghabiskan hidup, biarlah menjadi kelas menengah dengan menetap dibanyak negara... Around The World belum terlaksana. 

Eksekusi OS PC

Tampilan list aplikasi pada Window 8, ini bukan Windows phone ya,!! menarik, terkesan simpel tetapi penuh misteri...





Music Box Standar, overview...


dan inilah tampilan windows start nya...

Drop Comment

Ada kesalahan di dalam gadget ini