Di Masa Perbatasan

kuliah dan dunia nyata, mungkin terlalu bagaimana ya kalau dikatakan 'tidak terasa sudah mau tamat', mungkin tidak begitu, kalaupun sudah benar-benar tamat, pasti orang akan berkata 'akhirnya tamat juga' bukan tak terasa udah tamat. menyusul pergeseran waktu yang berbayang-bayang semakin nyata. di masa perbatasan waktu ini, dimana batas antara kuliah dengan dunia luar kuliah ada sebuah garis batas. dan apakah yang akan diperbuat, pastilah, kita punya gambaran waktu didepan, karena ini sudah dibatas waktunya. hanya garis yang membatasi.

saya pada dasarnya tahu porsi saya untu masuk kerja. tahu kemampuan saya yang seharusnya masuk ke ranah yang tepat. tapi bukankan prasyarat seperti kondisi politis yang ada sangat sangat mempengaruhi hidup pribadi warga negara. apalagi sekelas Indonesia, Negeri yang luas, indah yang sarat akan ke-Ironis-annya. dalam setiap hal yang saya lihat, lihat saja contohnya, Indonesia Negeri yang Kaya, tapi penduduknya miskin-miskin. keironisan yang benar sebenar-benarnya.

dan dalam hal ini saya mau menyempatkan menulis selagi saya masih bisa berpikir merenungi diri bahwa, siapakah saya ini sebenarnya dengan segala keinginan dan segenap intuisi yang berperan bahu-membahu. pertama ini mungkin persis dengan blog tetangga, dianya blog Ejijujejong karena memang, pola pikir yang masak dan sistem pembawaan yang mearik ada semua pada dia, karena sodara penggagas sistem Cyber City masa depan ini lebih mampu mengungkapkan sebuah cerita menajdi runtutan yang berderet dengan segenap emosi jiwa sehingga tulisan-tulisannya memang terungkap menjadi sebuah cerita yang mampu mengingatkan pengalaman hidup bahwa segala yang dibuat sepenuh hati itu akan benar benar tersampaikan kepada pembaca.

mengenai cita-cita, sayalah manusia penuh ambisi yang menggila, keinginan yang kuat pada hal yang disenangi, dan siapakah saya jika harus mengambil profesi sebagai pengabdian untuk dunia:

1. Seseorang yang berprofesi/bekerja di sekitar hewan-hewan. Pada dasarnya, sungguh dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat suka dengan hewan-hewan. Suka dan sayang! Saya lebih memilih menonton movie SAW, atau movie yang ada adegan-adegan kekerasan atau penyiksaan terhadap manusia, dibandingkan harus menonton movie yang menyiksa hewan-hewan. It's hurt to see it~~ Saya gak mampu untuk melihat hewan-hewan berdarah-darah, sungguh.. Bagi saya, semua hewan itu imut dan menggemaskan. Kerbau aja mampu membuat saya meleleh ketika melihat matanya yang jujur dan polos serta belum teracuni kebathilan dan keanonohan. Beda ketika saya melihat mata manusia yang penuh dengan tabiat yang beraneka ragam. Begitu pula dengan gajah, jerapah, landak, kura-kura, anjing, babi pun, saya suka melihat dan memperhatikan mereka. Apalagi si kucing, yang merupakan ras asal Raja Rimba. Sungguh menggemaskaaaaaaannnnn qaqaaaaq aaaakkk~~~ bahkan kalau cheetah bisa dipelihara dan jinak dan herbivora, saya ingin memeliharanya satu di rumah.

2. seseorang yang bekerja disekitar tanaman-tanaman, semenjak kecil saya sering menanam biji-bijian, kadang ketika ibu pulang dari pasar membeli rambutan, saya tanam bijinya dalam pot, begitu juga durian, tapi saya dilarang menanam durian, akhirnya saya tanam dibelakang dapur, ketika sudah besar akhirnya ketahuan juga dan harus ditebangi, karena saya belum mengerti mana tanaman tua dan mana tanaman palawija. disaat sekolah menengah pertama, saya mencoba mengekspolare kegiatan tanam-menanam saya berawal dari itu punya ladang kacang buncis, hanya seluas dua kali dua meter saja, namun betapa hasilnya sangat lebat, saya sampai harus masuk kandang banteng mengambil tahi nya untuk pupuk. hasilnya memang pohon buncis saya diberi tali untuk penjalaran akarnya supaya tumbuh sempurna, buahnya segar-segar, banyak kadang yang memuji-muji, sepulang sekolah saya mengurus kebun saya, asik sendirian disaat anak-anak sebaya saya asik berkumpul-kumpul main domino. kurangnya saya sangat malas belajar, boleh dikata, kadang saya melihat buku 1 dalam seratus kali para juara kelas lainnya, tapi saya selalu dapat sepuluh besar kok disekolah, pinter gak tuh, cukup belajar disekolah aja. kadang hampir juara kelas, dianya ranking empat. hehehe nyaris kan. begitupun semasa belajar teknik Elektro di SMK, sepulang sekolah saya mencoba pelajari, mengenai tanaman buah semangka, stroberi, dan tanaman ber-umbi seperti kentang dan wortel, kala itu saya terbatas lahan, karena lahan didepan tidak boleh ditanam tanaman yang begituan, bolehnya tanam bunga saja. wah saya gak terlalu suka menanam bunga. saya coba menanam seperti tabulampot. tanam dalam pot. dianya stroberi, wah karena waktu itu internet sudah ada, jadinya walaupun mahal akses, saya selalu buatkan chart perkembangan tanaman saya satu persatu, seperti sudah jadi petani profesional. saya ceklist apakah daunnya tumbuh lebat, sampai-sampai saat pertama tumbuh saya hitung perkembangan daunnya setiap hari, saya catat, sungguh sistematis sekali. saya kembali asik bermain dengan tanaman-tanaman, tapi urusan sekolah jangan salah, selain belajar teknik yang keseluruhannya adalah ilmu sains yang medasari, saya tetap bisa meraih juara kelas, dianya juara tiga. selama saya mencicipi juara disekolahan, hanya juara tiga lah yang mampu mengalir ditangan saya. apakah mungkin karena saya anak ketiga?

3. seseorang yang bekerja di bidang traveling, saya tidak ambil pusing, tim run, sendiri, itu tidak ada masalah. yang penting jalan, dan daerah baru tersebut tidak ekstrin semisal menantang maut. inilah passion saya dalam berwisata. wisata begini merupakan wisata sejumlah elemen tubuh, wisata hati, wisata otak, wisata raga, wisata semuanya. sehingga pengalaman yang lahir dari sebuah perjalanan itu lebih mampu menggugah pemikiran untuk tetap mampu berubah seiring tuntutan objektifitas yang semakin larut dan pudar disingsingkan oleh hasrat kemanusiaan yang semu.


4. seseorang yang menggeluti bisnis masakan. saya punya passion dalam memasak, jika ibu pergi pulang kampung seminggu saya tidak akan mati kelaparan dikamar karena tidak ada makanan, saya bisa dengan cepat menanggapi setiap hal yang berbau perut asalkan semuanya tersedia, paling tidak uang untuk membeli bahan makanan. saya bermimpi punya Cafe dengan konsep modern yang dibaurkan roman klasik dan musik klasik, selain pengunjung bisa menikmati masakan, otak mereka juga akan diterapi dengan musik klasik, dan salah satu yang saya kedepankan mungkin malsaha interior yang bersih dan bersahabat serta nyaman. disini saya akan menyediakan gazebo-gazebo yang punya perapian tungku untuk memasak dan memanggang, selain bisa memberi pelatihan juga bisa mempunyai konsep yang baru jika tamu saya lebih menginginkan memasak bersama teman-temannya, dan bahan akan saya sediakan dengan paket-paket serta buku panduan yang sangat tertata rapih, sistematis, dan professional.

5. seseorang yang punya muris anak-anak, bagi saya kehidupan anak-anak saat ini sangat tidak terselamatkan, selain faktor orang tua mereka, juga karena budaya yang open source ini membuat kontrol terhadap konten yang masuk tidak terfilter secara maksimal baik konten fisik maupun non fisik, sehingga anak-anak tumbuh tanpa punya dasar berpijak yang jelas, mereka akan terbawa arus yang dominan. saya selaku pegasuh akan berusaha menerapkan dan ingin sekali menanamkan pada anak-anak bahwa berpikir itu mampu merubah diri, kreatif itu menyenangkan dan berinovasi itu adalah syarat martabat nama. saya akan pancing mereka supaya mampu untuk berperikemanusiaan tanpa harus selalu menganggap hal-hal baik itu adalah tabu dan aneh.

6. seseorang yang bekerja dibalik layar, saya menggilai seni juga, saya suka perhatikan orang menyanyi, melukis, hingga, melukis memang menjadi hobi saya selain bertanam-tanam dulu, bagi saya seni adalah tempat menyatu yang sesungguhnya. begitu besar harmonisasi dalam seni sehingga mampu membuat terlena setiap jiwa, bagitulah sentuhan seni. ia mampu mengontrol suasana hati manusia. dan seni yang terbesar adalah Seni Tuhan yang maha kuasa. tiada ketaraan. nah sekarang kita berbicara seni manusia. mungkin dalam seni kita harus cepat berinovasi, bukan hanya komersialisasi tapi juga mengdepankan sisi totalitas dalam persenian. bukan kesenian. saya mau menajdi mastermind dari setiap karya yang akan dimunculkan. dalang darinya, bukan aktor.

7. seseorang yang bekerja sebagai guru, untuk pengabdian saya sebagai manusia. jika saya sudah punya image dan nama baik serta kharismatik dalam hal mengajar, saya akan menjadi guru untuk penimba ilmu. cukup.

keinginan lainnya sangat tidak terbatas jumlahnya, tetapi karena keterbatasan yang mungkin tidak akan bisa saya tulis satu persatu hingga habis tuntas, karena ini adalah gambaran pribadi saya yang ternyata adalah seorang yang berbeda dari segi keinginan dan hubungan antar keinginan tersebut.

Flashable Zip Android

baiklah, saya mau belajar sedikit tips tips android yang tempo hari saya praktekkan, ternyata enak belajar script command, para seperti programmer, tapi hanya sedikit pemula dari mula-mula.
create flashable .zip for android,
push to system, ex. to existing vold.fstab file, when you're original file was missing.

get a template or something, the try to find updater-script, you're be able to edit with specific command, or preferred command which one would you like to push into system,
for example.

ui_print("***********************************");
ui_print("flashing ciek luh, mancubo-cubo eh");
ui_print("***********************************");
run_program("/sbin/busybox", "mount", "/system");

ui_print("deleting vold.fstab yang lama");
delete("/system/etc/vold.fstab");

ui_print("Ekstrak file");
package_extract_dir("system", "/system");

ui_print("sett");
set_perm(0, 0, 0644, "/system/etc");

oke, saya lanjutkan dengan bahasa indonesia, ui_print berguna untuk teks tampilan ketika proses berjalan, run_program, rasanya untuk mount system supaya file dapat masuk. kemudian package_extract_dir adalah membaca file mana yang akan di push, dan buatlah direktori yang sama tetapi terpisah dari folder META-INF yang berupa direktori yang dituju dengan meletakkan sama persis seperti urutan file yang ada pada sistem, misalnya letak file vold.fstab pada system adalah di /system/etc maka buat folder system lalu dalam folder system buat lagi folder etc, lalu pastekan file yang akan di push disini. setelah selesai dengans emua perintah pada updater-script maka jangan lupa save. dan compress dua folder yang ada itu menjadi .zip dengan memilih tipe store,.

buatlah nama yang jelas, dan file yang sudah jadi siap untuk di flash melalui CWMod, bukan recovery mode. kalau handphone android anda masih dalam recovery mode, jadikan dulu CWMod, sejauh yang saya tahu, untuk samsung galaxy y bisa langsung di update via recovery, tapi tidak permane, setiap mau flash harus update terus, kalau galaxy W, bisa melalui odin dengan memilih CWMod yang disukai dan permanen, selagi tidak di flash ke Firmware Original Samsung, untuk hh Huawei, dengan teknik modding yang sedikit unik. seperti hh nya agan Nanda Bismarck...

jika sudah seperti ini, anda bisa menswap memory eksternal yang sedikit itu menjadi memory internal, dan sebaliknya dengan syarat, memory pada hh terpisah antara ROM (massal) dengan Storage, jika tidak mempunyai stirage, maka jangan di swap, karena system tidak membaca ROM (karena berbarengan dengan RAM). ini menurut perkiraan saya saja.

flash disini berlaku untuk kegunaan push dalam arti menyuntik file kedalam system jika system tidak bisa dibaca, atau rootex tidak bisa dijalankan. syarat awal mungkin kondisi hh harus berstatus rootex, karena untuk menjadi superuser harus root.

catatan: untuk edit gunakan Notepad++, dan untuk set permission nya perhatikan urutan berikut,

0 ---
1--x
2 -w
3 -wx
4 r--
5 r-x
6 rw-
7 rwx

jika permission filenya rw-r--r-- maka tuliskan 0644 pada bagian 4 digit angka di set_perm, diatas. jika set permissionnya rwxr-xr-x maka artinya 0755. temukan keasikan bercinta dengan android.

sekian update dari saya,

Negeri Kawanan

ketika para head invaders sudah mulai mencari karyawan, tidak ada lagi bedanya lulusan sastra juga lulusan peternakan, Universitas Andalas maupun Universitas Maju Jaya. dan pada akhirnya ijazah hanya peresmian status S1 saja. kalau mau menjadi bankir, mengapa harus susah-susah mempelajari anatomi ternak, pakan ternak dan sebagainya, bukankah itu lebih menarik daripada menjadi buruh kerah putih yang bisa dikatakan hanya buruh outsourcing.

mau jadi diplomat pun, masuk jadi Diplomat, Sosial Politik katanya, tapi yang dapat jatah lulusan sasing juga lah yang terbanyak, di sospol pun bahasa inggris muncul hanya dua kali. itupun bukan pembinaan, tersebut hanya untuk ceklist kalau bahasa inggris sudah diajarkan. faktanya, untuk mengumpulkan 400 poin saja adalah termasuk hal terberat yang berlaku di fakultas saya.

ada lagi katanya jurusan yang sering tidak muncul dari daftar penerimaan kerja, atau hanya sedikit lowongan, ditambah lagi mengumpulkan nilai dari dosen sangat susah sekali, lanjut maju dengan IPK seadanya. walaupun kita punya pengembangan diri yang super, sebelum mampu membahasakan lewat wawancara, kita sudah tidak lulus diawal saat sistem mensortir IPK. walaupun sejatinya kita lebih berpengalaman dan mempunyai record kreatifitas yang tidak biasa.

bagaimana lah ya, pernah tidak mendengar 'spadi sosiologi', saya rasa memang menyebar, tapi tidak heboh, apalagi booming, sebagai mahasiswa sosiologi saya tidak pernah mengetahui secara jelas dan tertulis ada apa dengan 'spadi sosiologi' apa esensi dari kata ini, mengapa kata ini lahir dan butir-butir manasaja dari kehidupan perjalanan sosiologi yang menyangkutkan kata 'spadi sosiologi' sebagai sebuah katakanlah semboyan. sebenarnya para pencipta ini kreatif, tapi sisi negatif dari kebersamaan ini adalah kurangnya perdebatan yang beragam sehingga demi kebersamaan kita mengalah, sesungguhnya kreatifitas itu juga lahir lebih baik dari sisi sendiri yang berpendirian.

terlebih dalam menunjuk perwakilan, memang harus orang yang mampu berpengaruh, tetapi orang yang berpengaruh yang bagaimana? apakah orang berpengaruh ini mampu membaca anggotanya sehingga apa-apa yang direncanakan punya masing-masing sentuhan golongan lain. apakah pernah ketua dari kelompok kita melihat anggota yang potensial dalam kegiatan merancang hingga mengevaluasi sebuah program dengan melibatkan secara keseluruhan elemen yang ada.

maksud saya seperti, kebersamaan itu satu, adakalahnya kita butuh persendirian yang beragam, sehingga akan lebih beragam ide yang muncul, saya sebenarnya sangat tidak tertarik dengan pemunculan karakter saya didepan umum, tapi lebih ingin menjadi mastermind atau dalang dari setiap hal, yang berarti saya mau menjadi penggagas ide, pengembang ide.

xxxxxxXXxxxxxx

tidakkah hal tersebut diatas terlalu berserakan untuk sebuah negara secara umum, yang katanya punya banyak sekali lulusan manajemen. setiap tahun dari berbagai universitas pula merupakan jurusan favorit. kekusutan ini luas dan mustahil jika hanya dibenahi oleh para pemimpin saja, apalagi para pemimpin tidak ada peduli dan tidak ambil pusing dengan ini, pastilah ini harus dimulai dari diri pribadi dulu. jangan katakan saya tidak punya kepentingan, karena apapun yang saya amati mampu melatarbelakangi saya dalam memandang dan menilai sesuatu, jangankan mengamati sebuah negara lain yang lebih maju, melihat gaya bicara pejabat yang muncul di televisi saja saya bisa mengambil jalan pikiran yang mungkin berwawasan socio-psikologis.

karena memang bukan karena hendak mendramatisir, perasaan yang begini terlalu dalam membekas dalam diri saya sehingga memang, jika ingin sejahtera untuk masa yang akan datang seimbangkan-lah setia sisi dahulu, jangan mengejar laporan angka bahwa angkatan kerja telah banyak terserap, coba lepaskan saja angkatan kerja yang berpendidikan itu untuk tertantang, biarkan mereka merasa tertantang.

terlebih angkatan kerja, kebanyakan menerima karena hal desakan dan tanggung jawab keluarga, semuanya pas, sangat pas, memang itulah masalahnya,, karena apapun kedoknya pastilah ujung-ujungnya menemukan pekerjaan, tapi tak terpikir sudahkah pekerjaan itu sebanding dengan apa yang kita punya.? ini dalam arti luasnya, kalau kau punya kemampuan yang yang terbatas dan mungkin akan lama beradaptasi, stop, lengkapi 'desire' anda dengan 'passion'. karena itu semua mampu mengikat, dan yang mengikat itu mampu mecari hal-hal yang unik dan tidak biasa.

Travelling 2013 Report Singapore

mungkin ini adalah tulisan versi serius dalam perjalanan backpacker saya beberapa hari yang lalu, saya hanya menyampaikan cerita, yang mungkin bisa menggerakkan hati para pembaca. bahwasanya memang benar, punya kehidupan dinegara maju lebih menyenangkan daripada di Indonesia sebagai negara berkembang. saya uraikan satu persatu.

1. masalah wajah

wajah orang-orang disini bersih-bersih, walaupun kulit hitam sekalipun, terlihat sekali bersihnya, tak ada yang kurus-kurus kerempeng terlihat untuk pria, tetapi perut orang disini banyak yang buncit, dan perempuannya, wah, saya begitu kagum canti-cantik, pandai berhias diri, mulus-mulus, apalagi di singapore, langsing-langsing, jarang saya temukan yang gembrot-gembrot tukang makan. mereka semua care sekali mungkin dengan tubuh mereka.

2. masalah wese

tahukan wese? wese untuk membuang pup, di singapore khususnya di changi airport saya menyempatkan diri untuk mengencingi dan menge-pub kan wese disini, karena tidak afdol rasanya kalau tidak mengencingi bandara semewah changi airport. disini wesenya duduk semuanya, memang ada juga disediakan yang jongkok, dan saya tidak mengerti, apakah diwese dipasang alat pedeteksi pub, atau alat pendeteksi pantat manusia. kenapa tidak setiap habis pup, atau kencing, airnya otomatis keluar untuk menyirami.

3. masalah sampah dan kebersihan

sungguh menakjubkan, tak bisa saya mencari sampah bertebaran, kalau ada mungkin akan saya poto, kenang-kenanga. tapi nihil, tak saya temukan, warganya membuang sampah bungkus permen saja berjalan menuju tong sampah yang lumayan jauh jaraknya dengan tempat duduk. amazing lah, saya akui.

4. masalah kebiasaan

pagi-pagi semuanya sibuk membaca koran, sekalipun berdiri berhimpitan dalam MRT (mass rapid transit) betul gak tuh singkatannya, anggap saja betul. pada membaca koran, gak cewek, gak cowok, gak tua, gak muda. karena hari hujan, bersyukur juga saya dikasih hujan, sehingga ditunjukkan lah kebiasaan orang sini memakai payung kalau hujan, pas menyeberang, lampu hijau tanda penyeberang dipersilakan jalan, wah semuanya seperti payung berjalan, indah sekali.

5. masalah bahasa

ada banyak sekali macam bahasa disini, ada English, Mandarin, India, Melayu, tapi melayu jarang dipakai, dominan mandarin dan English. mau gak mau semua harus pakai English. kecuali di sekitaran Kranji dan Woodlands, memang banyak yang memakai melayu, karena transportasi disana meghubungkan JB dengan Singapore, makanya bisa sedikit bernafas. plong.

mungkin masalah lain hanya sebatas kekampungan-an saya saja, tetapi berhasil menunjukkan perbedaan yang sangat kontras antara negara saya dengan negara tetangga. terutama singapore, karena malaysia ya seperti sudah jadi kampung saya, saya lebih mengenal seluk beluk kota Kuala Lumpur daripada kota Jekardah. karena sudah sering kesana, inilah yang membuat saya merasa kurang beruntung, tetapi ini jugalah yang menuntut saya untuk berpikir lebih banyak, sekaligus semuanya menunjukkan berpikir yang lebih kreatif untuk maju.

memasuki batas negara Singapore-Malaysia yang punya dua checkpoint pertama di daerah Woodlands dan kedua di johor bahru, dan dua negara ini dihubungkan oleh jembatan yang wah, indah sekali jika bisa mengambil gambar membidik dari berbagai sisi. memagn tidak sepanjang jembatan lain, seperti di indonesia, mungkin lebih panjang jembatan suramadu.

dalam tulisan ini saya sekaligus bercerita perjalanan sejalan yang saya lakukan hingga menjelajah ke negeri gajah putih, tepatnya di Kota Hat Yai Thailand. dari kuala lumpur saya berangkat ke hat yai dengan kereta malam kalau tidak salah kereta senandung utara, ambil kelas sleeper karena hmm, nyaman sekali, ambil PP, saya pikir sehari bisa PP, ternyata sampai nya pagi esok hari dan sorenya sudah harus balik lagi menuju Kuala Lumpur, jadi hanya sekedar berkunjung dan mengamati, hat yai tak beda jauh dengan indonesia, tapi rasanya lebih menarik dan banyak pengunjung asing disini.

kembali ke kuala lumpur, saya menginap biasa di Eclipse guesthouse, selain murah hanya di charge RM.25, saya mudah mengakses chinatown dan restoran halal dan murah banyak disini, lalu saat menginap, satu dorm, saya bertemus eorang pria seumuran dengan saya, berkewarganegaraan Jepang, namanya Taiki, karena dia juga backpackeran, maka dari itu kami sepakat untuk keluar bersama mengambil poto malam di depan KLCC, karena dia belum pernah melihat KLCC di malam hari, jadilah kami berangkat. setelah itu lapar, ya pulang. didepan hostel ada restoran murah, tapi pemiliknya china, ya saya tidak makan, karena takut termakan yang tidak boleh dimakan.

besoknya kami segera check out, Taiki balik ke Nagoya-Japan, dan saya malamnya bertolak dengan kereta jam 23.00 menuju Singapore, untuk flight malam pada keesokan harinya pada jam 20.55.




menyempatkan online, karena sudah datang dari pagi dibandara untuk berangkat malam, bayangkan sendirian di changi menjelang malam. mau jalan-jalan sudah capek sekali, akhirnya saya meletakkan barang diloker, dan pergi ke sebuah kursi untuk tidur, hingga sekitar 4 jam saya tertidur pulas karena capk pemirsah, dua hari tidak mandi, saya menuju tempat mandi di level 3 bandara changi tepatnya terminal 2, mandi bershower dan segar, segera saya mencari tempat yang bisa menagkap wifi, lalu saya gelar laptop disana dan mulai check in, check in, lah, chatting lah, semunya, biar tidak bosan.

akhirnya waktu untuk check in tibalah sudah, system mandala down. bingung juga jadinya, jurusan ke padang yang mana. akhirnya baik juga dan tertulis, Padang, maka saya segera check in, dari gerbang departure menuju gate E3, sungguh luar biasa, memakan waktu sekitar 15 menit. jalan kaki, sungguh, tidak baik bandara besar-besar seperti ini. cukuplah sudah sebesar BIM saja.

menunggu lagi, ternyata yang ke padang hanya sekitar 20 orang saja. saya pikir ramai seperti berangkat dulu.

dan sampailah dipadang. langsung terlihat jelas, dan terasa sangat bagaimana.. lah ya.

Last One Day

harusnya lah, setelah selesai pertemuan besok, mau bersegera pulang ke tanah air. tidak mau lama-lama disini lah, unless ada job dan dapat uang, maka sampailah pada tahap hari kedua di Kuala Lumpur - Malaysia, kali ini cerita tentang guesthouse yang unik, bukan guesthousenya, tapi para tamunya, saya dapat teman Japanese boy, namanya kalau gak salah Taiki, ya, maka malam itu kami berencana mengambil poto dengan suasana malam di KLCC, berangkatlah.

dan balik lagi, sudah, karena bukan ini yang uniknya, yang unik adalah father and son, yang datang jauh-jauh dari Dubai, UEA, bapak ini tidur ngorok sekali, namanya Mohammed, dan anaknya bernama Yoseuf, tak tahu mengapa, kebiasaan si bapak ini malam-malam pas bangun ia hidupkan lampu, otomatis semuanya bangun, lalu dia mengecek barang-barang para tamu lainnya, ada salah satu bule dari Swedia yang risih sekali kelihatannya, celana kotornya yang diletak diatas tasnya, diperiksa juga sama si bapak.

ternyata, mereka sama-sama punya celana pendek selutut yang sama motifnya, kotak kotak seperti kemeja kotak kotak, sibuk, saya yang setengah tertidur tertarik juga untuk mengikuti, apakah nanti dia juga akan memeriksa tas saya, ternyata tidak, karena tas saya hanya back pack kecil. lalu dia menuju tempat tidur si Taiki, memeriksa tasnya, lalu rebutan, no no. katanya.

lalu dia tidur lagi, eh beberapa jam mungkin ngigo entah mengapa dia bangun lagi, memeeriksa lagi tas nya si entah bule darimana. mungkin ada sesuatu bendanya yang tidak ditemukan, dan masih penasaran, pas terbangun langsung cari.

tapi dia ini tidak jahat, tidak ngambil kalau bukan barang dia, ya sudahlah, semua pun kembali tidur, eh pas setengah jam lagi, dia bangun lagi, ia bangunkan anaknya, berbicara keras-keras penuh semangat pada anaknya, dan si anakpun langsung wow, mereka bicara bahasa arab kayanya, sehingga saya tak mengerti, setelah saya tanya sama anaknya, where you will go, karena dia sudah bersiap memekai baju bagus. si anak jawab dengan bangga, Night Club. saya tak bertanya lagi, sudahlah.

lalu beberapa hjam menjelang pagi, mereka kembali, menghidupkan lampu membangunkan saya heboh sekali nampaknya, hey hey you know, I found Money Indonesia, katanya, karena sebelumnya kami sudah bercerita cerita berasal dari mana. dengan semangat juang 1945 dia membangunkan saya, bertanya dapat uang banyak katanya, lalu dia menyuruh tunggu, waduh apa lagi lah ini si bapak saya pikir, lalu dengan bergegas dia menggerayangi sakunya kiri kanan muka belakang, bertanya pada anaknya, dan dikelurkan lah uang rupiah, dan diperlihatkan kepada saya. ia bertanya berapa dapat ringgit dengan rupiah segini, tada, yang ia temukan cuma uang rupiah 10.000 pemirsah. betapa malunya saya jika harus mematahkan semangat 45 dengan mengatakan harga tukar itu hanya sekitar RM 3, its around 3 Ringgit.

dua sudahmenemukan uang 10000, yang angka itu mungkin dinegara yang pernah ia kunjungi adalah harga yang besar. tapi apa? itu hanya sepuluh ribu. tapi hebohnya minta ampun.

Next Day in Malaysia

hari kemarin saya berjanji bertemu dengan teman-teman lama yang dulu pernah camp dalam misi kemanusiaan di Padang Pariaman, mereka berasal dari universitas-universitas di seluruh penjuru malaysia barat dan timur, dimulai dari berangkat dari stesen LRT pasar seni menuju stesen komuter transit di KL sentral, menaiki KTM Komuter menuju Senawang, ya ngetrain sekitar 1,5 jam lah, dari KL sentral, melewati Seremban, yang katanya kota kembar Bukittinggi-Seremban, hingga melintasi Negeri Sembilan, tempat orang minangkabau yang ada di Malaysia, bahasanya pun sama-sama mirip lah, dengan bahasa minangkabau, serasa berada di Padang saya, tak menyangka, minangkabau ada di dua negara. berarti masih satu kesatuan.

menuggu dengan sabar teman saya yang menjemput dianya Syafiqah dan kak Imah, ngedrive lagi menuju kuala lumpur ternyata, hingga sampai pada suatu tempat bernama ulu yam, disana tracking seperti medan adventure yang menarik juga, dibawahnya ada tempat-tempat seperti arena air alam, ada lesehan-lesehan tempat makan. bagus sekali, sayangnya mereka tidak memberi gambaran tempat ini sebelumnya, kalau tahu, saya bawa peralatan lengkap supaya bisa loncat-loncat dekat air terjun, mendaki bukit menuruni lembah lah akhirnya, sesampainya disana, karena tidak tahu tempatnya, kami dijemput oleh Fatah, teman sesama member dulu yang berbeda lokasi. akhirnya sampailah ditempat yang dituju, awalnya saya lapar, tapi melihat tempat seperti ini saya jadi kenyang sendiri. fresh, jauh dari gambaran kota metropolitan kuala lumpur yang wah, berisiknya.

detik berlalu saya hanya gigit jari melihat orang loncat-loncatan burrrr, ingin rasanya melompat juga dari tebing tapi apalah daya, nanti basah-basahan tak ada baju ganti. ya tderpaksa lah hanya melihat saja. makanan yang mereka sediakan sangat banyak, kami hanya sekitar 8 orang, tapi porsi makanan yang dibawa itu untuk kenduri 50 orang, hehehe.

hingga menjelang ashar kami pulang lagi dah, saya menunggu train menuju Hat Yai Thailand. dan diantar oleh kak Hai menuju KLCC, menenteng makanan yang dibelikan kak Imah untuk saya.

amazing lah pokoknya.

Day to Transit in Singapore

hari kedua, disini saya memulai untuk bangun pagi segera dari cercaan si ciniz pemarah crazy like that, cabut dan segera sarapan di stesen MRT aljunied- Singapore, lanjut menuju Kranji, ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dan menggunakan EZ Link Card yang masih tersedia. sampai di Kranji, saya langsung menuju Cajuseway Link Bus, di charge SG$ 1,3, dalam RM 3.00, lebih murah pakai ringgit sebenarnya, tapi jika bayar pakai uang 5rm tidak dikembalikan, maka saya kumpulkan recehan singapore saya ternyata banyak juga, okay saya buses to Johor Bahru, eh ternyata ada dua Checkpoint ketika masuk ke Malaysia, pertama pas keluar dari imigrasi Singapore, sekitar lima menit saja setelah berangkat dari Kranji, semua berlarian menuju imigrasi, check, stamp go, namanya di Woodlands Checkpoint. selama di Singapore, its really pure English, no English, no Service.

lalu naiklah bus yang sama, terserah bus yang mana aja, asal sama dengan bus yang tadi, yakni bus Causeway Link, eh, baru saja bus jalan udah buru buru lagi keluar untuk check point untuk masuk Malaysia, sesampainya habis itu, tak ada lagi, duduk manis dalam bus hingga sampai di stasiun Larkin Johor bahru, disini seperti terminal Aur Kuning, tapi bedanya, disini lebih bersih, gak ada Cangcimen, Cangcimen, kacang kuaci permen, sampai disini, saya segera mengaktifkan sim card malaysia saya, dan mengisi pulsa sebesar erpe, eh salah er em, 10. dan aktiflah, kemudian lanjut makan di restoran halal, makan nasi dengan kuah sup, dengan sayuran, dan ikan sarden, juga orange jus, ke charge 9 ringgit, its okay lah, hitung hitung, di KL nanti tak bisa makan enak. traveling malah kurus

di hustel enak man, ada shower, ini nih, bisa mandi sepuluh kali sehari... sedikit sedikit jalan keringetan, mandi. nyebrang jalan balik lagi kena panas, mandi.. hmm.. nah, yang asik nya, saya merasa KL ini kampung saya. so friendly, rutenya sudah hapat, nama tempatnya juga sudah apal, malahan, ada yang satu hostel dengan saya from Japan,.


layaknya saya sedang putus cinta dan pergi bershower, aku kotorrr.. menjerit jerit, hingga kelangit, sambil membekap dada,

lanjut lah saya menuju KL, dengan bus dan di Charge RM35, katanya langsung menuju stesen Puduraya, tapi ternyata semua turun di Bandar Tasik selatan, ya harus nunggu komuter KTM lagi menuju KL sentral.

Trip to Singapore

memulai lagi trip yang kesekian kalinya, kali ini di salah satu negara termaju di asia, ianya Singapore, Republic of Singapore, secara kenampakan banyak berbeda dengan Kuala Lumpur terutama masalah Bahasa, Mandarin banyak digunakan disini, kembali lagi, English saya kalau untuk bersama native masih bisa dikatakan masih masih sangat rendah, ketika native berbahasa inggris, mungkin bisa dicerna dengan cepat, tapi kalau orang cina atau orang india yang berbahasa inggris. aduh, saya harus minta ia ulang dan ulang lagi.

setelah paginya merepotkan, karena first flight mau gak mau harus early morn check in, tapi gimana lagi. untuk ini saya memang salah, harusnya ada Plan A dan Plan B.

masuk ke Singapore dari Padang, bersama penumpang pesawat lainnya, sampai di Singapore, menggunakan jasa Bandara kelas Internasional Singapore Changi Airport, membuat saya, wah, maklum dari kampung, jauh lebih megah dan mewah dibanding bandara-bandara yang pernah saya kunjungi, untuk duduk saja, tersedia kursi pijit, yang kalau di Padang adanya di Zona Bermain itu yang bayarnya pake koin, bisa sampai 30ribuan. disini disediakan dengan gratis saja.

disamping itu, dibandara ini juga bisa mandi ternyata, kamar mandinya bersih, diluar saja disediakan kursi seperti dipantai untuk berjemur, tapi empuk, bisa nginap juga, kalau ada yang flyover flightnya lumayan lama, boleh nginap disini. tapi jangan keluar imigrasi dulu. wah enaknya. bisa tiduran, wifi aksesnya gila, mungkin udah LTE, ingin rasanya berlama-lama disini.

ada lagi yang lebih asik, air kerannya bisa diminum langsung, di wese pun bisa, waduh, saya geli juga, gak mau ah. ini sudah terstandar dan teruji lebih steril. tapi karena merasa tidak enak, saya akhirnya hanya beli minuman botol saja.

yang asiknya pemirsah, disini gak boleh merokok ditempat umum, saya perhatikan paling awal adalah masalah ini, no smoking, benar-benar tidak ada yang merokok, udaranya segarrr, memanjakan paru-paru bener. dalam MRT gak ada yang merokok, pokoknya semua tempat umum, dan saya melongok ke tempat sampah, gak ada tuh lihat sampat puntung rokok, sudah seperti pemulung saya memperhatikan sedetail mungkin kepatuhan warga negaranya.

juga saya tidak perlu berjalan kaki dari terminal 1 ke terminal lainnya, karena disana disediakan, hmm saya belum tahu namanya, seperti skytrain, tangga berjalan, eskalator atau apalah namanya, tetapi ini bukan tangga, ini datar saja.

ya sudah, sebelum saya mendapatkan pass dari imigrasi singapore, saya belum berani mengatakan saya sudah berada di singapore, maka lanjutlah ke bagian imigrasi, antri dulu, ramai juga, tapi untuk citizen, mereka bisa langsung check masuk disambut dalam pixel board nya, WELCOME HOME. dipadang mana ada kita dilayani begitu. datang, datanglah, pergi, pergilah.

oke, PASSED, imigrasinya bertanya, you have no singapore immigration stamp?
saya jawab juga dengan english, ya salahpun grammar saya tapi mereka mengerti kok.
no, sir, this is the first time for me to visit your country.

lanjutlah, sebenarnya mau langsung beli sim card nya singapore, tapi gak bertemu yang jual, kalau di Padang diobral, kalau disini gak ada yang ngobral. lanjut.

lanjut sajalah si saya menuju stesen MRT didalam tanah, setelah beli EZ Link Card seharga $12, sudah ada duit didalamnya $7 dan $5 untuk biaya cardnya, sebelumnya saya lihat informasi di web, kalau harganya $15, termasuk deposit saat pengambalian. tapi sekarang tak ada lagi, kartu boleh dipake kapanpun, asal ada isinya, hingga batas limit kartu.

nah, kartu ini tak perlu dipegang-pegang, cukup dimasukkan saja kedalam dompet, nah, saat mau masuk stesen MRT tinggal tempelkan saja dompetnya, langsung otomatis saldo berkurang sesuai ongkos, dan pinti terbuka, begitu saja.

karena saya booking hostel via online, dengan jaminan CC entah CC siapa, maka mau tidak mau saya dapat yang murah, dianya di Stesen MRT Aljunied, maka sesampainya disana apa yang saya temui pemirsah? pemiliknya cina, bisanya english sama mandarin, dia berbahasa inggris yang kedengaran oleh saya itu masih bahasa mandarin, wew, orangnya gak bisa senyum, cewek, ya, masih muda lah. marah-marah melulu, tapi yang saya rekam cuman satu, YOUR CREDIT CARD WAS DECLINED, I CAN'T CONTINUE YOUR BOOKING.

memang saya sudah wanti-wanti, karena itu cc dapat dari sesorang yang saya punya kasus mendapatkan uang sejumlah jutaan dolar (ini kisah nyata), setelah saya browse, apakah kejadian ini pernah terjadi sebelumnya. ternyata pernah, jadilah saya cemas bukan kepalang, uang bermilyar-milyar masuk ke rekening kartu mahasiswa saya, tapi membutuhkan validasi dari BI, tepat sekali, siangnya saya di telpon oleh orang Bank Indonesia, di interogasi, saya pikir saya akan ditangkap polisi dan saya sudah pasrah, ternyata orang BI disini posisi nya membela saya, dinasehatin, kalau memang tidak bisa menunjukkan bukti identitas dan sumber dana, dana yang ini akan kami kembalikan lagi ke negara sumebrnya kata orang BI begitu, nanti terlibat sindikat pembobol bank dari luar,

terserahlah, saya bilang, SEBENARNYA SIH KECEWA JUGA, tapi daripada bermasalah, lebih baik ambil jalan lurus. jalan yang sudah diribonding.

kembali ke leptop, si cewe ini membuat saya sakit hati, sudahlah saya sampai disini jam 12 siang waktu singapura, saya bisanya chek in setelah jam 1.30 pm (setelah melakukan re-booking ulang dan akhirnya di charge $14, langsung lah saya menunggu dengan sabar, saya minta kode wifinya, sambil menunggu sekitar satu jam lagi, tapi si cewe pemarah ini bilang, you can't get anything before check in, dafug. okay, I'll wait saya bilang, fine.

disini saya tidak bisa memainkan kamera, gadget penduduk disini yang populer adalah smartphone, iPhone dan Android, samsung, hanya beberapa orang saja yang saya lihat membawa iPad atau tablet jenis lainnya. berbeda dengan di Kuala Lumpur yang rata-rata memakai iPad. oke, saya juga tidak berminat berpoto-poto, lagian masa poto narsis sendiri. saya melakukan perjalanan Independen, hanya untuk konsumsi pribadi, kalau ada yang minta review dalam sharing boleh saja.

oke, selanjutnya setelah check in, saya meletakkan tas, dan langsung berputar-putar dengan MRT, tapi sayangnya pemirsah, hari hujan lebat, saya masih penasaran tuh, singa putih, Marina Bay Sands, dan lain sebagainya.

ya sudahlah, besok saya akan berangkat ke Johor Bahru, via Woodlands dari Kranji-Singapore. tadi sudah lihat busnya dengan Causeway Link.

teringat sudah untuk membeli sim card, langsung saya beli di stesen Kranji seharga $12, semuanya serba elektronik, registrasinya dengan passport, sekali scan langsung ada data saya kapan saya masuk singapore, via mana dan segala-galanya langsung masuk kedalam form, OTOMATIS, pemirsah.

waduh saya pikir $12 itu setara Rp. 96.000, kalau di indonesia sudah dapar sekotak kartu perdana. tapi disini terbilang murah, enaknya lagi, pulsanya $14 dan tiap beli kartu perdananya, dapat shampo rejoice. saya heran apa hubungannya kartu sim sama sampo rambut. menelpon dengan keramas.

okelah, jadi beli $12 dapat $14 plus shampo wangi. sebotol. wah senangnya.. lanjut menuju stesen aljunied, karena hujan saya memutuskan untuk tidak kemana-mana, takut atit pemirsah. biarlah, kalau besok ke KL, dan pas pulang balik ke singapore tidak bisa singgah ke Orchard, ya, mungkin di lain kesempatan.

ternyata saldo EZ Link Card sudah sedikit, terpaksa isi lagi, pas awal saya coba masukkan $2 ternyata minimal pengisian $10, jadilah saya heran, kenapa saldo tidak bertambah $2, ternyata ada receiptnya, amount will not added, dan struk di mesin itu bisa langsung ditukarkan di konter terdekat, langsung saya berikan, woala, langsung diberi $2, tapi recehan, tak mengapa.

lalu saya isi lagi di mesinnya $10 dan berhasil. lanjut jalan menuju Aljunied lagi, rencana mau ke Marina Bay sands malam-malam, tapi malas, kaki pegal, mata ngantuk, dingin. bobo ah.

teringatlah untuk menuliskan kisah ini, lalu saya mencoba untuk terhubung ke internet, membuka catatan tulisan saya yang entah berantah ini, dan mulai menulis kronologis perjalanan ke Singapura versi gembel, dan tentunya Independent, bebas dari halau halauan agen, seperti itik yang dihalau-halau. no thanks. I prefer travel by my own, sesat sesatlah.


nah, inilah dia sedikit yang bisa saya ceritakan, memang, sih, No Pict = Hoax, tapi buktinya ada di passport, stamp. tambahan koleksi stempel lagi. ya walaupun masih dekat-dekat jalan-jalannya, tapi untuk itu saya sendiri berikan applause lah. walaupun orang sinis hm apaan tuh, baru ke singapura. ya bagi saya ini the passion of travel.



plan hari besok menuju malaysia, ke Johor Bahru, turun di larkin, lanjut bus ke Melaka, dari melaka lanjut ke KL, di KL sudah janjian bersama seorang dara berdarah pinoy yang kalau kemungkinan nya jadi bertemu dan jalan-jalan. ya bolehlah, daripada mono kan. kalau sempat uang Baht juga sudah ada seribu baht. kalau waktu dan keadaan memungkinkan, lanjut saya ke Hat Yai, kota di Thailand terdekat dengan malaysia, kalau sudah disini, saya juuga akan lanjut ke Surat Thani.

semoga saja... saya mau mengerjakan perbaikan dulu malam ini.

Tahun Travelling

tak penting mempersoalkan darimana asalmu, sebab yang terpenting adalah kemana kau akan pergi...

ini cara saya menghabiskan uang,
ini cara saya menikmati dunia,
ini cara saya berwisata
ini cara saya berolahraga

medan petualangan bagi saya adalah dunia

dimulai dengan rute Singapore pada tanggal 14 Februari nanti, saya akan melakukan perjalanan menuju negara-negara asia tenggara yang bebas visa,

dan pada 04 April saya bersama teman-teman juga akan menggerayangi ke-alay-an Jekardah bersama...

dan oktober nanti saya berencana mengambil kursus bahasa India di Chennai India yang kemungkinan saya akan melakukan pengurusan Visa India sebelum berangkat, selama enam bulan hingga April 2014. semoga Allah mengizinkan.

Bisnis dan Keuangan

hari ini dimulai dengan dapat telpon dari bank CIMB yang tempo hari setor uang melalui CDM nya CIMB, dan ternyata salah satu lembar uangnya tidak bisa masuk CDM karena sudah lusuh dan tidak lagi tegar. maka dari itu mesinnya ajdi rusak, karena uangnya terselip, jadilah langsung saya laporkan ke satpam dan dioper ke customer service nya, buat laporan dihari jumat, dan katanya nanti hari senin akan langsung kami kreditkan jikalau memang uang yang terselip itu memang uang saya dengan diselidiki terlebih dahulu, maka senini ini saya mendapt telpon lah, karena saya buka rekening AirAsia Saver maka saya tidak diberi buku tabungan, cukup semuanya dipantau lewat internet banking, ya gaya lah menurut saya daripada harus pake buku bukuan segala.

setelah mendapt telpon, eh ternyata saya tidak menghapal nomor rekening jadilah, nanti lima menit lagi orang bank akan nelpon lagi, dalam waktu lima menit saya segera menyalakan komputer berharap dapat star up secepat mungkin dan koneksi internet langsung. maka saya buka sitenya CIMB click untuk melihat nomor rekening, setelah dapat, pas sekali lima menit orangnya nelpon lagi dan saya menyebutkan dengan sukses angka angka rekening saya, lalu setelah beberapa detik saya refresh halamanya, dan saldo saya bertambah dengan sukses.

kemudian kasus lagi, di Bank BCA, saat melakukan pembelian pulsa simpati 25.000, memang nominalnya sedikit, tapi transaksi gagal, gak apalah, setelah saya cek saldonya, ternyata saldonya ikutan berkurang tanpa ada tanda-tanda pulsa saya akan masuk. terpaksalah saya datangi lagi bank nya, sebenarnya apapun keluhan mereka akan layani, tapi saya malas juga menyebutkan nominal transaksi saya didepan umum, karena rata- rata mereka mebawa uang sampai miliaran ke bank tersebut.

sehingga dapatlah saya kehormatan untuk dilayani oleh bank semegah itu, tapi dengan biaya yang murah.. ada bunganya juga untuk penumbal administrasi bulanan. lanjut nya sih hanya itu saja. setelah tiga hari saya melihat rekening saya ada pengembalian sistem sebanyak 25.000 karena pengisian ulang simpati di internet banking.

sehingga sekarang berhenti dulu transaksi transaksian, sehingga dan sehingga saya dapat mebuat skripsi saya dengan tenang, walaupun hanya beberapa jam saya mengetik novel menyebalkan ini.

Drop Comment

Ada kesalahan di dalam gadget ini